Sudah tua pamer memek

Saya merasakan tangan Alex yang kekar meremas-remas payudaraku sedangkan tangan Vera membelai rambutku.Saya tak ingin ketinggalan, saya mulai ikut meremas payudara Vera yang saya taksir berukuran 32C.Tante Vita Pamer Memek untuk Ngentot Pertamaku - Halo, saya Arthur. Setiba di sana, saya mandi di kamar mandi karena panas sekali.Dalam kisah saya sebelumnya, saya sering menceritakan tentang Vita, seks partner saya. Sambil mandi, perasaan saya antara tegang, senang, merinding. Selesai mandi, saya keluar kamar mandi mengenakan BH dan celana dalam. Saya duduk di meja rias sambil menyisir rambutku yang panjang. Alex lalu menghampiriku kemudian ia mencium bibirku. Perasaan hangat dan getaran menyelimuti seluruh tubuhku.Saya senang saja karena pada dasarnya saya juga senang ML. Dari SD hingga SMP saya disekolahkan di sebuah sekolah berlatar belakang agama. Alex mulai meremas-remas payudaraku yang berukuran 34C.Sebenarnya dari kelas 6 SD, gairah seksual saya tinggi sekali tetapi saya selalu berhasil menekannya dengan membaca buku. Saya membuka BH-ku sehingga Alex dengan mudah dapat meremas seluruh payudara.Ku lirik selangkangan mereka dan bulu kemaluan mereka tercukur rapi bahkan Vera mencukur habis bulu kemaluannya. "Gile, jembut Vita lebat banget" Kontan Vera dan Angki menengok kearah saya. "Dicukur dong Vita, enggak malu tuh sama celana dalam? Saya menerima gunting dan shaver lalu mencukur jembutku di kamar mandi Vera. Tak terasa dalam waktu 5 menit, Vera telah selesai dengan karyanya. Saya menengok ke bawah dan melihat vaginaku yang botak seperti bayi. Vera lalu jongkok kembali di selangkanganku dan membersihkan sedikit selangkanganku. "Memek kamu wangi" "Jangan Vera" pinta saya tetapi dalam hati ingin terus dijilat. Bibir vagina saya dibuka dan lidahnya menyapu seluruh vagina saya. Saya tersipu malu kemudian saya bergegas memakai baju berenang dan kami berdua menyusul kedua teman yang sudah berenang. Gairah saya mulai memuncak dan hisapanku semakin kencang.Angki dan Nia tidak menunggu lebih lama, mereka langsung menceburkan diri ke kolam renang sedangkan Vera menunggui saya. Ia mengambil handuk kecil lalu dibasahi dengan air kemudian ia membersihkan sisa-sisa shaving cream dari selangkanganku. Klitorisku dihisap dengan keras sehingga nafas saya tersentak-sentak. Di malam hari selesai makan malam, kita berempat nonton TV dikamar Vera. Saya melirik Alex dan kulihat ia memejamkan matanya menikmati kontolnya dihisap.

Dalam posisi nungging, saya merasakan energi Alex yang sangat besar.Hatiku berdebar-debar menantikan perbuatan Vera berikutnya. Dengan lembut tangan Vera membuka BH-ku lalu tangan kanannya mulai meremas payudara kiriku sedangkan payudara kananku dikulum oleh Vera. Saya menggeliat-geliat menikmati sensualitas dalam diriku. Pembicaraan kami ngalor-ngidul hingga Vera membuat topik baru dengan siapa kita mau bersetubuh di sekolah. Mereka berdua menceritakan pengalaman seks mereka dan Vera juga menceritakan pengalaman seksnya, saya hanya mendengarkan kisah-kisah mereka. Saya agak bingung karena melihat Vera bersimpuh dibelakang saya. Nafas saya memburu dengan keras menikmati jilatan Vera di kemaluan saya."Kalau gue, gue horny liat si Ari anak kelas I-6" kata Nia. Di hari Senin setelah pulang sekolah, Vera menarik tangan saya. Di sebelah kanan saya ada sebuah kaca besar dipaku ke dinding.Kali ini rasa sakitnya perlahan-lahan menghilang dan mulai berganti kerasa nikmat.Oh ini yang namanya kenikmatan surgawi pikir saya dalam hati.

Search for Sudah tua pamer memek:

Sudah tua pamer memek-68Sudah tua pamer memek-53Sudah tua pamer memek-85Sudah tua pamer memek-83

Bagaikan sapi yang akan dipotong, Alex dengan mata liar mendorong Vera ke samping lalu ia menghampiri diriku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Sudah tua pamer memek”